Al Qur’an mengajarkan “Mencuri”?
Al-Qur’an yg merupakan kitab suci umat Islam mempunyai fungsi utama sebagai petunjuk, antara lain petunjuk akidah dan kepercayaan, petunjuk mengenai akhlak, serta petunjuk mengenai syariat dan hukum.
Selain sebagai petunjuk, Al-Qur’an jg merupakan sumber dari berbagai disiplin ilmu. Banyak ilmu dan pelajaran yang bisa didapat bila mau mengkaji Al-Qur’an, termasuk tentang “mencuri”.
Penasaran??? Ikuti terus pembahasan ini, jangan berhenti di tengah jalan, biar tidak tertabrak truk gandeng. hehehe.
Sebagaimana kita tahu, Al-Qur’an terdiri dari 30 juz dan memuat 114 surat, yang apabila dikelompokkan hanya menjadi 2 yaitu Makiyyah dan Madaniyyah.
Apabila kita mau mencermati 114 surat tersebut, maka ada 29 surat yang berbeda dengan surat2 lainnya. Apa perbedaannya?? Bedanya adalah 29 surat ini tidak dimulai dengan kalimah (kata), namun dimulai dengan huruf-huruf Hijaiyah, yang dikenal dengan huruf-huruf Fawatihus Suwar.
Nama ke-29 adalah Al Baqoroh, Ali Imron, Al A’rof, Yunus, Hud, Yusuf, Al Ro’du, Ibrohim, Al Hijr, Maryam, Thoha, Alsyu’aro, Alnaml, Alqoshos, Al’ankabut, Alrum, Luqman, Alsajdah, Yasin, Shod, Almukmin, Fushshilat, Alsyuaro, Alzukhruf, Aldukhon, Aljatsiyah, Alahqof, Qof Dan Alqolam.
Ke29 surat tersebut, dimulai dengan huruf-huruf Fawatihus Suwar. Apa saja hurufnya?? Meski jumlah suratnya ada 29, namun Fawatihus Suwar. ini bila dikelompokkan tidak ada 29, yaitu; alif lam mim, alif lam mim shod, alif lam ro, alif lam mim ro, kaf ha ya ain shod, thoha, tho sin mim, tho sin, tho sin mim, ya sin, shod, ha mim, ain sin qof, qof dan nun.
Mungkin kalian bertanya. kok bisa suratnya ada 29 tapi kok huruf-huruf Fawatihnya tidak 29?? jawabnya, karena ada beberapa surat yg menggunakan Fawatih sama, semisal Al Baqoroh dan Ali Imron, keduanya dimulai dengan alif lam mim.
Mungkin kalian bertanya lagi, trus pelajaran “mencuri”nya dimana??? Santai mas bro/mbak bray
🙂
Huruf-huruf Fawatihus Suwar seperti alif lam mim dan saudara-saudaranya, di antara ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kpd Alloh, karna ayat2 tsb dipandang sbg ayat2 mutasyabihat, dan ada pula yg menafsirkan spt dijelaskan dlm tafsir al-ibriz karya Kyai Bisyri Musthofa Rembang. Dalam kitab tsb dijelaskan bhwa alif iku tegese Alloh, lam iku tegese lathif, mim tegese majid, dadi alif lam mim iku rumuz kang tegese Alloh iku moho welas lan moho agung.
Sebagian ulama lagi ada yg mempunyai pendapat bhwa alif lam mim itu sbg permulaan pembicaraan, gunanya untuk “MENCURI” perhatian manusia. Umpamanya bgini, ketika hendak diadakan rapat saat peserta rapat sdh hadir, biasanya mereka bicara sendiri2. Apabila pemimpin rapat tiba2 langsung berpidato, mesti aja tdk akan mendapat perhatian dari peserta rapat. Namun apabila pmimpin rapat sblm memulai pembicaraan lantas memukul mejanya dulu: TOK.. TOK.. TOK.. mka biasanya pserta rapat lantas mmperhatikan. sesudah para peserta memperhatikan baru ketua rapat memulai pidatonya.
Demikian jg alif lam mim, ktka org2 lg sibuk, tiba2 mendengar suara yg tdk dimengerti (Alif lam mim) lantas mereka pada memperhatikan. Kemudian baru didawuwi DZAALIKAL KITAB. . . ila akhirihi.
Jadi demikianlah al-Qur’an mengajarkan “mencuri” kpd kita. Bukan mencuri dlm arti negatif, tapi yg saya kehendaki adalah mencuri perhatian. Termasuk judul dari pembahasan ini, menurut saya jg sbg bentuk itba’ kpd al-Qur’an, yaitu mencuri perhatian pembaca. Apakah kalian merasa tercuri??? Maafkan saya kalau begitu.
Google Scholar & Profil Ilmiah Penulis
Penulis esai ini adalah akademisi aktif di Kediri. Anda dapat mengakses portofolio riset dan sitasi lengkap beliau secara terbuka.