Merawat Tradisi Nahdlatul Ulama,
Mengembangkan Keilmuan,
Mengabdi untuk Peradaban.
Selamat datang di Knowledge Platform ISNU Kabupaten Kediri. Wadah terpadu khidmat pemikiran sarjana dan profesional demi peradaban madani yang mandiri, berkeadaban, dan terukur secara transparan.
Scroll Jelajahi
Editorial Highlight
Gagasan Unggulan Pekan Ini
PADAHAL SEKALI SYAHADAT
"Sesungguhnya Dihyah Al-Kalbi adalah seorang raja kafir dari bangsa Arab. Rasulullah saw. sangat mengharapkan akan Islamnya, karena ada tujuh ratus orang dari keluarganya yang berada di bawah kekuasaannya. Nabi saw. mendo’akannya dan bersabda: “Ya Allah karuniakanlah Islam pada Dihyah Al-Kalbi.”"
Membuka Akses Kontribusi
Jelajahi 9 Departemen Khidmah
Masing-masing bidang kepengurusan di bawah naungan ISNU Kabupaten Kediri secara mandiri menerbitkan esai ilmiah, program kerja, dan rekomendasi kebijakan taktis.
Media & Komunikasi Publik
Sistem humas, tata kelola portal pemikiran, optimalisasi penyiaran ISNU TV, dan penyeimbang opini keagamaan di media digital.
Hukum, Advokasi & Kebijakan
Klinik bantuan hukum gratis, perumusan naskah akademik kebijakan pemkab, serta penyuluhan hukum hak kekayaan intelektual (HKI).
Ekonomi & Pemberdayaan UMKM
Pendampingan sertifikasi halal gratis untuk pedagang kecil, penguatan koperasi syariah pesantren, dan inkubator usaha mikro digital.
Tata Kelola Organisasi & Kaderisasi
Database sarjana terintegrasi se-Kediri Raya, program kaderisasi kepemimpinan, dan penyusunan peta sebaran kepakaran profesional.
Kesehatan & Kesejahteraan
Pos kesehatan pesantren, bakti sosial pengobatan gratis, penyuluhan pencegahan stunting daerah rural Kediri.
Riset & Pengembangan Keilmuan
Penerbitan jurnal periodik pemikiran Nahdliyin, kurasi buku karya akademisi NU Kediri, riset antropologis cagar budaya lokal.
Teknologi & Transformasi Digital
Layanan digitalisasi pesantren, pembuatan sistem administrasi berbasis QR Code, pelatihan AI untuk ustadz pemula.
Kebudayaan, Seni & Olahraga
Revitalisasi seni musik tradisional pesantren, dokumentasi silsilah ulama Kediri, gelaran liga persahabatan santri.
Kemitraan, Kerja Sama & Pengabdian
Sinergi lembaga kemitraan multisektoral, dana beasiswa santri berprestasi, program bakti desa binaan terpadu.
Bukti Riil Pengabdian
Mengalirkan Dampak, Bukan Sekadar Seremoni
Kami percaya kepakaran akademis sarjana baru bernilai bila menjelma menjadi perubahan konkret di tengah-tengah masyarakat akar rumput Kediri.
Gagasan sarjana yang dipublikasikan terbuka.
Pendampingan penuh Dep. Ekonomi.
Sistem administrasi modern & AI dakwah.
Tersebar di 26 kecamatan Kabupaten Kediri.
Cakrawala Kebijaksanaan
Pemikiran Terbaru Sarjana
BAHASA & BUDAYA [3]
BAHASA adalah adalah alat komunikasi. Mulai catatan pertama sampai ketiga, saya masih mengupas ini. Komunikasi yang bagaimana? Abdul Chaer dan Leonie Agustina menyebut komunikasi itu berupa proses pertukaran informasi antarindividu melalui sistem simbol, tanda atau tingkah laku yang umum. Dalam proses komunikasi, terdapat dua atau lebih yang mempunyai peran berbeda. Pihak pertama sebagai pengirim informasi dan pihak kedua sebagai penerima. Adanya proses pertukaran informasi inilah yang dimaksud dengan hakekat bahasa sebagai alat komunikasi.
BAHASA & BUDAYA [2]
GORYS Keraf membagi 5 bagian pengertian bahasa. Kelima bagian itu adalah alat komunikasi, anggota masyarakat, simbol bunyi, alat ucap, dan arbitrer. Istilah bahasa merupakan alat komunikasi sudah sering kita tahu. Komunikasi yang bagaimana? Butuh penjelasan mendalam. Keraf menyebut komunikasi antar anggota masyarakat yang dilakukan dua orang atau lebih, itulah bahasa. Bahasa juga berupa simbol bunyi, alat ucap dan arbitrer. Singkatnya, kelima bagian akan coba saya jelaskan, agar pengertian bahasa dipahami, atau dengan penjelasan ini makin bingung. Hehe….
Bahasa dan Budaya [1]
APAKAH bunyi gendang, lukisan, atau gambar itu termasuk bahasa? Saya jawab tegas, tidak. Apakah bahasa itu bagian dari budaya atau kebudayaan? Saya tegas menjawab, ya. Bagaimana penjelasannya? Sabar woy, sabar. Singkatnya, ada pengertian tersendiri tentang bahasa dan budaya. Keduanya dijelaskan dengan contoh.
ISLAM [4]
SEKALI lagi, saya merasa penasaran dengan istilah humanisme. Saya cari lagi istilah tersebut. Tidak sulit menemukannya. KBBI menyedot perhatian saya dengan mengurai empat arti. Kali ini, saya nukil dua saja. Pertama, humanisme adalah aliran yang bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yang lebih baik, dan kedua, kemanusiaan. Penasaran saya sedikit terobati. Karena itu, jika suatu saat nanti ada yang mengatakan tentang istilah ini, maka yakinlah dipikiran saya tertuju pada kemanusiaan, titik.
ISLAM [3]
SAYA ingin mengganti judul di atas dengan agak keren atau menukik, humanisme Gus Dur. Kenapa? Karena saya ingin fokus menjelaskan sosok Gus Dur yang disebut berbagai kalangan sebagai tokoh humanis. Kenapa tidak diganti saja? Tidak. Karena catatan ini masih bersambung dengan kemarin. Agaknya, keren atau menukik tidak harus pada judul, tapi isi dan penyajian tulisannya.
Islam [2]
DUA penulis menguraikan tentang sosok Gus Dur dengan cara berbeda. Saya meyakini, tulisan dua penulis berdasar data. Mereka adalah Marzuki Wahid [MW] dan Nur Khalik Ridwan [NKR]. MW menulis tentang peta intelektualisme dan tema pokok pemikiran Gus Dur. Sedangkan NKR menulis sebuah buku berjudul, Ajaran-ajaran Gus Dur: Syarah 9 Nilai Utama Gus Dur. Kedua penulis ini ingin menyajikan sosok Gus Dur dari berbagai sumber terpercaya. Tulisan MW tersebut dimuat di web fahmina.or.id. Singkatnya, dari dua tulisan ini, kita semakin paham alur pemikiran Gus Dur.
The Think-Tank Center
Pusat Kajian, Riset & Policy Brief
Dokumen kajian strategis, draf kebijakan publik daerah, jurnal berkala ISNU Kediri, dan berkas rekomendasi ilmiah yang dapat diunduh bebas (*Open Access*).
Indonesian Journal of Social and Education
Indonesian Journal of Social and Education adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh INDEPENDENT PARTNER GENERATION yang menerbitkan artikel-artikel di bidang sosial dan ilmu pendidikan, beserta cabang-cabangnya. | PDF 0.24 MB