Notifikasi

Pesan sistem diletakkan di sini.

Beranda Berita Terbaru
Kabar Terkini

Berita Terbaru PC ISNU Kab. Kediri

Kumpulan artikel, agenda, dan kabar terkini dari seluruh departemen Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kabupaten Kediri.

Paragraf [2]
Ahad pagi 29 Juli 2026 3 menit membaca

Paragraf [2]

cATATAN kali ini masih berkutat pada dua contoh paragraf. Paragraf pertama ditulis KH Abdurrahman Wahid [Gus Dur]. Sedang yang kedua ditulis dosen saya di Universitas Negeri Malang, Prof. Abdul Wahab. Gus Dur menulis dalam sebuah buku berjudul, Memelihara Umat, Kiai Pesantren – Kiai Langgar di Jawa, karya Pradjarta Dirdjosandjoto terbitan LKiS, 1999. Di buku ini, Gus Dur menulis kata pengantar. Sedangkan Prof Abdul Wahab menulis di buku karyanya, Menulis Karya Ilmiah. Buku ini ditulis bersama Lies Amin Lestari, terbitan Airlangga University Press, 1999. Singkatnya, dengan contoh paragraf ini, dapat menambah pengetahuan tentang paragraf.

Paragraf [1]
Ahad pagi 29 Juli 2026 2 menit membaca

Paragraf [1]

CATATAN kali ini saya ingin beri tentang contoh paragraf yang maut dan mantab, minimal menurut saya. Contoh paragraf ini saya temukan di banyak buku. Kali ini, saya nukilkan satu dulu. Saya ambil dari buku Falsafah Jawa karya Prof Sumardi Endraswara [2003, 1].

Sinergi [5]
Ahad pagi 29 Juli 2026 2 menit membaca

Sinergi [5]

SETELAH bagian keempat, ternyata banyak pembaca yang menunggu kelanjutan seri tulisan tentang sinergi. Kali ini, dibahas bagian ketiga, “Saya menyelidiki Anda.” Apa saja penjelasannya? Stephen R Covey mulai dengan ungkapan bernas. Ungkapan ini setidaknya mampu memberikan pemahaman tentang apa maksud dari “menyelidiki Anda”. Simak ya.

NU
Ahad pagi 29 Juli 2026 2 menit membaca

NU

TIDAK tahu kenapa, pikiran saya ingin sekali membuat catatan ringan tentang NU. Saya sangat tahu diri, bahwa saya tidak mempunyai keahlian tentang NU. Setidaknya, saya ingin membuat tentang NU yang saya baca, dan saya alami sebagai warga NU. Saya mencoba menjabarkan beberapa sudut pandang; jumlah warganya, sistem organisasi, sosial budaya, politik kebangsaan dan dakwah kekinian. Kelima perspektif ini bagi saya sangat penting untuk melihat NU ke depan.

Santri Gus Dur
Ahad pagi 29 Juli 2026 3 menit membaca

Santri Gus Dur

SETIDAKNYA, tulisan ini ingin melihat dua sisi santri. Sisi pertama, santri melakoni kehidupan di pesantren dengan humor, santai, bahkan cenderung tidak memikirkan dunia. Mereka mengikuti kegiatan pondok dengan tanpa beban. Waktunya ngaji, ikut. Waktunya ngopi, antri duluan. Sisi kedua, mereka memandang kehidupan di pesantren sebagai bekal hidupnya di kemudian hari. Mereka hidup dengan serius. Biasanya, mereka sudah dipersiapkan orang tuanya menjadi penerus kelak. Meski ada dua sisi, tapi terkadang dua sisi ini bercampur menjadi satu dalam diri santri; hobi ngopi danmahir baca kitab.