Pemimpin Jawa [3]
Pemimpin Jawa berpegang pada tiga pandangan. Pertama, politik sumur dan sungai. Kedua, prasaja dan manjeng ajur-ajer, dan ketiga, suket teki. Sumur merujuk pada sikap egois. Sungai sebaliknya, untuk kepentingan umum. Prasaja bermakna sederhana dalam bersikap. Manjeng ajur-ajer berarti hadir di tengah masyarakat. Suket teki itu kuat dan tidak mengenal putus asa. Pemimpin Indonesia pilih mana?