• 08533-699-8862
  • pcisnukabkediri@gmail.com
  • Mon – Fri: 8:00am – 7:00pm
PC ISNU Kab. Kediri PC ISNU Kab. Kediri
  • Beranda
  • Profil
    • Susunan Pengurus
    • Program Kerja
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Informasi
    • Seragam ISNU
    • Cara Menjadi Anggota ISNU
  • AHAD PAGI
  • Download File
  • KHAZANAH ISLAM
    • DUA SALING
    • Sikap Islam Terhadap Budaya
    • Kick Off
    • Amanat ?
    • Hijrah Berguru
    • Jangan Salah Semangat
    • Buku Muʼtamar ke-XXII Partai Nahdlatul ʼUlama
  • GALERI
    • Galeri Video
  • April 2, 2023
  • adminisnu
  • 0 Comments
  • 208 Views
  • 2 Likes
  • CATATAN AHAD PAGI

Bahasa & Budaya [9]

DALAM mengkaji bahasa dan budaya, kita menemukan keduanya saling terkait. Bahasa hadir, budaya juga hadir di sana. Keduanya hadir bersamaan. Keduanya saling tali-temali keberadaannya. Singkatnya, keduanya tidak dapat dipisahkan.

Pelaku utama bahasa dan budaya adalah masyarakat. Masyarakat, dalam KBBI berarti sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Dalam Wikipedia, masyarakat adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem, tradisi, konvensi dan hukum tertentu yang sama, serta mengarah pada kehidupan kolektif. Masyarakat, bahasa dan budaya merupakan entitas yang terkait keberadaannya.

Masyarakat, bahasa dan budaya dalam eksistensinya saling melengkapi. Ketika misalnya, budaya kita tergerus di tengah arus global, masyarakat dan bahasa sepertinya juga ikut tergerus. Juga, dalam istilah Kunjana Rahardi, masyarakat yang bermartabat, dipastikan memiliki bahasa dan budaya yang bermartabat pula. Demikian pula budaya dan masyarakat yang adiluhung, lazimnya juga tidak dapat dilepaskan dari kemartabatan bahasanya yang luar biasa.

Minggu ini, ramai atau viral kata keroyok. Dalam Metrotvnews misalnya terdapat judul, “Tolak Diinterupsi DPR, Mahfud MD: Setiap ke Sini Saya Dikeroyok”. Kata keroyok atau mengeroyok, atau ngroyok (Jawa) dalam KBBI berarti menyerang beramai-ramai (orang banyak). Kata yang mengikuti misalnya, keroyokan, pengeroyok, pengeroyokan. Ada yang mengatakan, bahasa merupakan martabat bangsa. Martabat bangsa tergantung budayanya.

Sudahlah….

Rujukan:

R Kunjana Rahardi, Bahasa prevoir Budaya, Pinus Book Publisher, Yogyakarta, 2009 https://kbbi.web.id/masyarakat
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
https://batam.kemenag.go.id/
https://www.nu.or.id/nasional

Sholihuddin
Pemerhati Bahasa & budaya, yang kebetulan menjadi ketua PC ISNU Kabupaten Kediri
Tags:
ahadcatatanisnu Kab Kedirikab Kedirinahdlatul Ulamapagiterbaru
Prev PostBahasa & Budaya [8]
Next PostKontemplasi [1]
Related Posts
  • MEMBACA GUS DUR [7] January 25, 2025
  • MEMBACA GUS DUR [6] January 19, 2025

Leave a Comment Cancel Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pcisnukabkediri@gmail.com Email
08533-699-8862 No. WA
Ngadirejo, Kota, Kota Kediri, East Java 64129 Kantor
Candradimuka Digital 2022 - All Rights Reserved.