• 08533-699-8862
  • pcisnukabkediri@gmail.com
  • Mon – Fri: 8:00am – 7:00pm
PC ISNU Kab. Kediri PC ISNU Kab. Kediri
  • Beranda
  • Profil
    • Susunan Pengurus
    • Program Kerja
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Informasi
    • Seragam ISNU
    • Cara Menjadi Anggota ISNU
  • AHAD PAGI
  • Download File
  • KHAZANAH ISLAM
    • DUA SALING
    • Sikap Islam Terhadap Budaya
    • Kick Off
    • Amanat ?
    • Hijrah Berguru
    • Jangan Salah Semangat
    • Buku Muʼtamar ke-XXII Partai Nahdlatul ʼUlama
  • GALERI
    • Galeri Video
  • July 23, 2022
  • adminisnu
  • 0 Comments
  • 447 Views
  • 2 Likes
  • CATATAN AHAD PAGI

Rasa Bahasa [2]

Bahasa, bukan hanya kaidah kaku, tapi ada rasa di dalamnya. Setiap orang merasakan berbeda. Kita merasa nyaman dan saat lain merasa malas berbicara dengan orang lain. Nyaman dan malas adalah rasa. Itulah rasa bahasa.

Misalnya, rasa bahasa dalam bahasa Arab. Bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an. Sebagian orang Islam mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an berderai air mata. Mereka tidak atau mungkin hanya sedikit mengetahui artinya. Tapi, rasa bahasa al-Qur’an mampu dirasakan sekujur tubuh.

Bagaimana dengan bahasa Jawa? André Möller mengakui ada juga. Dia cerita, ketika sedang menonton ketoprak di TV. Pemain ketoprak berbicara bersahutan. Lucu dan humor bercampur. Dia menikmatinya. Terkadang tertawa sendiri, meski tidak paham maksudnya. Ada rasa bahasa di sana.

Oleh karena itu, rasa bahasa ditentukan ketepatan pilihan kata. Kata kamu misalnya, dalam bahasa Jawa ada tingkat tuturnya. Kowe, sampeyan dan panjenengan adalah tingkat tutur ngoko, madya, dan krama. Dosen saya, A Effendi Kadarisman dalam bukunya, Mengurai Bahasa, Menyibak Budaya, mencontohkan.  Misalnya pertanyaan, apakah kamu sudah menerima surat?  1] kowe wis oleh layang? Atau Sampeyan empun angsal serat? Dan Panjenengan sampun pikantuk serat?

Bagaimana dengan kamu dan Anda? Möller mengurai dua kata ini pada bab Kasar atau (Sok) Akrab? Kedua kata ini berbeda rasa, meski artinya sama. Dia kemudian merujuk kata ini ke KBBI. Kamu diartikan sebagai ’yang diajak bicara; yang disapa (dalam ragam akrab atau kasar)’. Bagian terakhir ini yang penting: akrab atau kasar. Anda, di lain pihak, diartikan KBBI sebagai ’sapaan untuk orang yang diajak berbicara atau berkomunikasi (tidak membedakan tingkat, kedudukan, dan umur)’. Dengan demikian, lebih amanlah memakai kata Anda.

Bagaimana menurut Anda?

 

Sholihuddin

Ketua PC ISNU Kabupaten Kediri

Tags:
ahadcatatanisnu Kab Kediripagi
Prev PostPeran ISNU Bagi Masyarakat Dalam Bidang Kesejahteraan dan Kesehatan
Next PostJangan Salah Semangat
Related Posts
  • MEMBACA GUS DUR [7] January 25, 2025
  • MEMBACA GUS DUR [6] January 19, 2025

Leave a Comment Cancel Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pcisnukabkediri@gmail.com Email
08533-699-8862 No. WA
Ngadirejo, Kota, Kota Kediri, East Java 64129 Kantor
Candradimuka Digital 2022 - All Rights Reserved.