• 08533-699-8862
  • pcisnukabkediri@gmail.com
  • Mon – Fri: 8:00am – 7:00pm
PC ISNU Kab. Kediri PC ISNU Kab. Kediri
  • Beranda
  • Profil
    • Susunan Pengurus
    • Program Kerja
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
  • Informasi
    • Seragam ISNU
    • Cara Menjadi Anggota ISNU
  • AHAD PAGI
  • Download File
  • KHAZANAH ISLAM
    • DUA SALING
    • Sikap Islam Terhadap Budaya
    • Kick Off
    • Amanat ?
    • Hijrah Berguru
    • Jangan Salah Semangat
    • Buku Muʼtamar ke-XXII Partai Nahdlatul ʼUlama
  • GALERI
    • Galeri Video
  • September 18, 2022
  • adminisnu
  • 0 Comments
  • 354 Views
  • 2 Likes
  • CATATAN AHAD PAGI

Framing [2]

APA sebenarnya framing? Pembingkaian. Itu jawaban saya pada bagian pertama tulisan ini. Kata lain dari pembingkaian? Buka dong KBBI. Di sana terdapat kata; penekanan, penajaman, pendalaman, penegasan, pengutamaan, dan penitikberatan. Hemat saya, framing adalah penonjolon atau penseleksian. Itulah arti framing.

Dalam membuat berita, wartawan harus memilih isu apa yang menarik. Contoh berita terkait perkataan kurang sopan pegiat medsos, Edi Kuntadhi terhadap Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz. Wartawan membuat berita berbeda-beda, meski isunya sama. Kenapa berbeda? Tergantung sisi subjektif wartawan. Sisi mana yang diutamakan, dan ditonjolkan.

Berikut deretan judul berita media tentang masalah ini. Kronologi hinaan Eko Kuntadhi kepada ustazah Ponpes Lirboyo Ning Imaz (Tempo.co), walau dimaafkan Ning Imaz, Eko Kuntadhi belum bisa tenang! (Warta Ekonomi), hina ceramah Ning Imaz, bisakah Eko Kuntadhi dipidanakan? Ini jawaban praktisi hukum (Republika)

Saya tambah ya deretan beritanya. Pertemuan Eko Kuntadhi dan Ning Imaz di Pesantren Lirboyo hasilkan 6 kesepatakan (NU Online), 5 fakta Eko Kuntadhi sambangi Ponpes Lirboyo, reaksi Ning Imaz Bikin Adem (Okezone), Eko Kuntadhi mundur dari Ketum Ganjarist usai hina Ustazah NU Ning Imaz (Kompas.com), kronologi Eko Kuntadhi hina Ning Imaz hingga dikecam warga NU (Tribun), Ganjar Pranowo buka suara soal Eko Kuntadhi hina ustazah Lirboyo (CNN Indonesia), dan masih banyak deretan sisi beda wartawan dalam membuat berita ini.   

Setidaknya, ada empat hal yang ditonjolkan dalam masalah ini. Empat hal ini dianggap penting oleh wartawan. Misalnya, nama Eko Kuntadhi, Pondok Pesantren Lirboyo, NU, dan tentu Ning Imaz.

Sebenarnya ada hal lain yang luput dari liputan media. Apa itu? Perasaan. Perasaan siapa? Eko Kuntadhi. Pegiat medsos ini punya pengagum dan sekaligus penghujat. Biasalah netijen. Saya tidak tahu apa perasaan dia ketika menulis kata kasar itu. Saya juga tidak ingin tahu bagaimana perasaanya setelah minta maaf.

Perasaan siapa lagi? Ning Imaz dan pengagumnya. Saya tidak tahu adakah yang tidak senang dengannya. Saya hanya tahu banyak pengagumnya. Saya beberapa kali mengikuti live IGnya waktu puasa kemarin. Gus Rifqil dan Ning Imaz bercengkerama dan berdialog santai tentang Islam yang dipandu Marisa Haq. Pertanyaan yang sama, bagaimana perasaan Ning Imaz sebelum dan sesudah ini viral?

Perasaan siapa lagi? Warga NU, santri dan alumni Lirboyo, dan Indonesia.

Apakah dalam masalah ini wartawan melakukan framing? Apakah melakukan framing itu berbohong? Sudah saya jawab di atas.

Sholihuddin
Pemerhati bahasa & budaya, yang kebetulan menjadi ketua PC ISNU Kabupaten Kedir

Tags:
ahadcatatanisnu Kab Kedirinahdlatul Ulamapagi
Prev PostSambut Hari Santri, ISNU Kediri Gandeng Banyak Pihak Perkuat Kiprah
Next PostSinergi [1]
Related Posts
  • MEMBACA GUS DUR [7] January 25, 2025
  • MEMBACA GUS DUR [6] January 19, 2025

Leave a Comment Cancel Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pcisnukabkediri@gmail.com Email
08533-699-8862 No. WA
Ngadirejo, Kota, Kota Kediri, East Java 64129 Kantor
Candradimuka Digital 2022 - All Rights Reserved.