SAK MADYO*

Kandungan buku ini jika diringkas –merujuk pada judul buku— menjadi  satu kata, taqwa.  Kata ini umum didefinisikan sebagai menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Perintah dan larangan, menurut penulis buku ini, A. Musthofa Bisri atau Gus Mus, sangat banyak [hal. 33 & 39], baik bersifat individu ataupun sosial. Perintah individu seperti […]
Read More

Paragraf [5]

Pertanyaan bagian paragraf [4], bagaimana, agar kita bisa membuat paragraf yang utuh dan runtut? Sebelum menjawab, saya jelaskan tentang kerangka sederhana membuat paragraf. Kerangka ini saya ambil dari buku Prof Abdul Wahab. Misalnya, kita membuat sebuah paragraf dengan 5 kalimat. Rinciannya sebagai berikut: Kalimat 1: kalimat topik. Kalimat 2: kalimat […]
Read More

Dalil-Dalil Agama Gus Dur

APA saja isi buku ini? Hanya satu, dalil. Itu saja? Ya. Mulai bagian pertama sampai terakhir menguraikan tentang dalil. Ahh, yang bener saja, kiai Nur Khalik Ridwan, penulis buku ini hanya membahas dalil? Iya, benar. Buku dengan tebal 378 halaman ini hanya berisi dalil.
Read More

Paragraf [4]

Secara teori, paragraf dikatakan baik jika memenuhi tiga unsur. Apa saja? Kalimat topik, kalimat-kalimat penunjang, dan kalimat penyimpul.
Read More

Paragraf [3]

“Contoh tulisan Prof Abdul Wahab mana mas? Ahad depan ya, insya Allah,” begitu saya mengakhiri tulisan bagian 2. Contoh tulisan paragraf yang ditulis Prof Abdul Wahab ini menginspirasi saya. Setidaknya, saya akan mencontoh cara membuat paragraf seperti beliau.
Read More

Paragraf [2]

CATATAN kali ini masih berkutat pada dua contoh paragraf. Paragraf pertama ditulis KH Abdurrahman Wahid [Gus Dur]. Sedang yang kedua ditulis dosen saya di Universitas Negeri Malang, Prof. Abdul Wahab. Gus Dur menulis dalam sebuah buku berjudul, Memelihara Umat, Kiai Pesantren – Kiai Langgar di Jawa, karya Pradjarta Dirdjosandjoto terbitan […]
Read More

Sinergi [5]

SETELAH bagian keempat, ternyata banyak pembaca yang menunggu kelanjutan seri tulisan tentang sinergi. Kali ini, dibahas bagian ketiga, “Saya menyelidiki Anda.” Apa saja penjelasannya? Stephen R Covey mulai dengan ungkapan bernas. Ungkapan ini setidaknya mampu memberikan pemahaman tentang apa maksud dari “menyelidiki Anda”. Simak ya. “Bila seseorang yang cerdas dengan […]
Read More

NU

TIDAK tahu kenapa, pikiran saya ingin sekali membuat catatan ringan tentang NU. Saya sangat tahu diri, bahwa saya tidak mempunyai keahlian tentang NU. Setidaknya, saya ingin membuat tentang NU yang saya baca, dan saya alami sebagai warga NU. Saya mencoba menjabarkan beberapa sudut pandang; jumlah warganya, sistem organisasi, sosial budaya, […]
Read More

Santri Gus Dur

SETIDAKNYA, tulisan ini ingin melihat dua sisi santri. Sisi pertama, santri melakoni kehidupan di pesantren dengan humor, santai, bahkan cenderung tidak memikirkan dunia. Mereka mengikuti kegiatan pondok dengan tanpa beban. Waktunya ngaji, ikut. Waktunya ngopi, antri duluan. Sisi kedua, mereka memandang kehidupan di pesantren sebagai bekal hidupnya di kemudian hari. […]
Read More

Sinergi [4]

MENGAPA “Saya melihat Anda” dijadikan Covey sebagai paradigma kedua? Karena paradigma ini membahas karakter atau kepribadian seseorang. Karakter yang bagaimana? Karakter yang dimiliki seseorang dalam melihat orang lain. Maksudnya? Saya dan Anda adalah manusia bukan benda. Oleh karena itu, paradigma ini ingin mengatakan pada kita bahwa setiap manusia itu punya […]
Read More
1 2 3 4 5 6