Paragraf [3]
“Contoh tulisan Prof Abdul Wahab mana mas? Ahad depan ya, insya Allah,” begitu saya mengakhiri tulisan bagian 2. Contoh tulisan paragraf yang ditulis Prof Abdul Wahab ini menginspirasi saya. Setidaknya, saya akan mencontoh cara membuat paragraf seperti beliau.
Paragraf [2]
CATATAN kali ini masih berkutat pada dua contoh paragraf. Paragraf pertama ditulis KH Abdurrahman Wahid [Gus Dur]. Sedang yang kedua ditulis dosen saya di Universitas Negeri Malang, Prof. Abdul Wahab. Gus Dur menulis dalam sebuah buku berjudul, Memelihara Umat, Kiai Pesantren – Kiai Langgar di Jawa, karya Pradjarta Dirdjosandjoto terbitan […]
Paragraf [1]
CATATAN kali ini saya ingin beri tentang contoh paragraf yang maut dan mantab, minimal menurut saya. Contoh paragraf ini saya temukan di banyak buku. Kali ini, saya nukilkan satu dulu. Saya ambil dari buku Falsafah Jawa karya Prof Sumardi Endraswara [2003, 1]. “Dari aspek antropologis, orang Jawa memang telah lama […]
Sinergi [5]
SETELAH bagian keempat, ternyata banyak pembaca yang menunggu kelanjutan seri tulisan tentang sinergi. Kali ini, dibahas bagian ketiga, “Saya menyelidiki Anda.” Apa saja penjelasannya? Stephen R Covey mulai dengan ungkapan bernas. Ungkapan ini setidaknya mampu memberikan pemahaman tentang apa maksud dari “menyelidiki Anda”. Simak ya. “Bila seseorang yang cerdas dengan […]
NU
TIDAK tahu kenapa, pikiran saya ingin sekali membuat catatan ringan tentang NU. Saya sangat tahu diri, bahwa saya tidak mempunyai keahlian tentang NU. Setidaknya, saya ingin membuat tentang NU yang saya baca, dan saya alami sebagai warga NU. Saya mencoba menjabarkan beberapa sudut pandang; jumlah warganya, sistem organisasi, sosial budaya, […]
Santri Gus Dur
SETIDAKNYA, tulisan ini ingin melihat dua sisi santri. Sisi pertama, santri melakoni kehidupan di pesantren dengan humor, santai, bahkan cenderung tidak memikirkan dunia. Mereka mengikuti kegiatan pondok dengan tanpa beban. Waktunya ngaji, ikut. Waktunya ngopi, antri duluan. Sisi kedua, mereka memandang kehidupan di pesantren sebagai bekal hidupnya di kemudian hari. […]
Sinergi [4]
MENGAPA “Saya melihat Anda” dijadikan Covey sebagai paradigma kedua? Karena paradigma ini membahas karakter atau kepribadian seseorang. Karakter yang bagaimana? Karakter yang dimiliki seseorang dalam melihat orang lain. Maksudnya? Saya dan Anda adalah manusia bukan benda. Oleh karena itu, paradigma ini ingin mengatakan pada kita bahwa setiap manusia itu punya […]
Sinergi [3]
PADA bagian ini, Covey membahas tentang paradigma sinergi. Dia ingin mengubah pola pikir dari 2 menjadi 3 alternatif pilihan. Dia membuat kalimat bernas, “semakin kurang kita membentengi diri, semakin besar peluang kita untuk meraih sinergi.” Karenanya, dia bilang, “Saya bersinergi dengan Anda” atau I synergize with you. Dia kemudian membagi […]
Sinergi [2]
COVEY dalam The 3rd Alternatives menawarkan tiga macam sinergi. Apa saja? Prinsip, paradigma dan proses sinergi. Prinsip sinergi tidak sama dengan kompromi. Paradigma sinergi berupa pola atau model berpikir tentang sinergi yang akan dipilih. Proses sinergi berarti mengetahui cara kerja sinergi berjalan. Ketiga sinergi ini yang ditawarkan Covey dalam buku […]
Sinergi [1]
SAYA menemukan kata sinergi di dua buku karya Stephen R. Covey. Buku pertama, The Leader in Me. Buku kedua, The 3rd Alternatives yang lumayan tebal, 565 halaman. Buku pertama hanya 294 halaman. Bedanya lagi? Buku pertama hanya sedikit membahas sinergi, sedang buku kedua mengupas tuntas. Menemukan dan mengetahui isinya buku […]